tv

Read more: http://www.indosoftgame.blogspot.com/2012/07/cara-memasang-tv-online-di-blogger.html#ixzz3UbjuB2UW Under Creative Commons License: Attribution Follow us: @BangProHi on Twitter | IndoSoftGame on Facebook

Monday, 10 November 2014

AL-QUR'AN

BOROBUDUR ADALAH PENINGGALAN NABI SULAIMAN


Jika selama ini banyak ilmuwan-ilmuwan mengatakan bahwa negeri saba’ yang diceritakan dalam alquran itu berada di daerah yang sekarang adalah Yaman, maka menurut KH Fahmi Basya, negeri saba’ itu sebenarnya berada di Indonesia. Benarkah?
Dalam flying book itu KH Fahmi Basya mengungkapkan dengan bukti-bukti ilmiah bahwa candi borobudur bukanlah hasil kebudayaan hindu, sebagaimana kita ketahui selama ini. Candi borobudur sudah ada sejak lama, jauh sebelum hindu ada di nusantara ini. Berdasarkan penelitiannya, candi borobudur itu bahkan di bangun oleh nabi sulaiman dengan bantuan para jin pada jaman ketika nusantara belum berbentuk seperti sekarang, yaitu masih berupa daratan yang luas. Banyak data dan analisis yang dipaparkan dalam flying book itu sebagai bukti terhadap argumen ini.
Untuk mengetahui salah satu bukti argumen itu, sebelumnya ada baiknya kita mengetahui simbol lafadz bismillah. Simbol itu bisa dibuat dengan melukis sebuah 7 buah lingkaran sama besar yang salah satu lingkaran berada di tengah dan dikelilingi oleh 6 lingkaran lainnya.
Masing-masing lingkaran mewakili satu huruf pada lafadz bismillah yaitu ba, sin, mim, alif, lam, lam, dan ha’ . Jika keenam lingkaran di luar masing-masing titik pusatnya secara berurutan dihubungkan dengan garis kemudian lingkaran-lingakaran yang diluar itu dihapus, jadilah bentuk itu sebagai segi enam dengan lingkaran di tengahnya. Itulah simbol lafadz bismillah.
Sekarang mari kita amati salah satu kontur yang banyak terukir di batu-batu candi Borobudur. inilah kontur itu.
ternyata bentuk itu banyak sekali kita temukan pada batu-batu di candi Borobudur. Segi enam dengan lingkaran ditengahnya. Apakah arti bentuk itu? Ternyata simbol segi enam dengan lingkaran di bawahnya adalah simbol lafadz bismillah. Demikianlah salah satu bukti analisa yang disampaikan oleh KH Fahmi Basya dalam flying booknya.
Selain itu, dalam flying book tersebut juga diungkapkan secara ilmiah bahwa candi borobudur dahulunya bukan di tempat seperti yang sekarang, melainkan sempat mengalami pemindahan dengan kecepatan pemindahan melebihi kecepatan cahaya (60.000 kali). Hal ini mengakibatkan kontur candi borobudur mengalami peluruhan. Pemindahan candi ini sesuai cerita dalam alqur’an : “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (QS.An Naml:40)
Selama ini yang sering diungkapkan adalah bahwa pemindahan itu dari yaman ke palestina, namun sesungguhnya bukti nyatanya belum pernah ditemukan.
Lalu menurut penelitian KH Fahmi Basya, dimana letak candi Borobudur sebelum dipindahkan? Jawabannya adalah di kawasan candi boko yang terletak di kabupaten bantul. Di kawasan itu nampak bekas-bekas adanya candi besar. Namun, candi besar itu hilang, entah bagaimana hilangnya, yang jelas bukan karena hancur atau runtuh. Bahkan di kawasan candi boko ditemukan serpihan-serpihan sisa candi yang konturnya mirip dengan kontur candi borobudur. Hanya saja, kontur yang ada di kawasan candi boko ini tampak lebih jelas dibandingkan dengan kontur yang ada di candi borobudur. Hal ini disebabkan peluruhan yang terjadi akibat pemindahan dengan kecepatan 60.000 kali kecepatan cahaya tadi. (Lihat gambar)
Lebih jauh lagi KH Fahmi Basya membahas sisi lain dari candi borobudur, yaitu bahwa desain candi borobudur sangat kompleks dan memiliki makna yang dalam. Misalnya relief yang ada di dinding-dindingnnya, ukuran volume candi yang membentuk balok al quran ( 23x23x12 = 6348 = jumlah ayat dalam alqur’an berserta basmalah), bahkan bukti foto google art yang menunjukkan bahwa puncak candi membentuk sebuah sebuah garis lurus yang menghubungkannya dengan rukun syaam dan hajar aswad ka’bah. Dan banyak lagi fakta-fakta yang dikemukakan dalam flying book itu.
Nama saba’ sendiri, di dapat dari Alqur’an, dimana secara singkat Alqur’an (surat An Naml dan surat Saba’) menceritakan bahwa negeri saba’ dahulu merupakan sebuah negeri yang amat makmur, subur tanahnya dan maju bangsanya. Dalam negeri itu pernah hidup Nabi-Nabi terdahulu seperti nabi daud AS, Nabi Sulaiman AS, dan juga seorang ratu perempuan yang amat melegenda yaitu ratu Bilqis. Namun, negeri itu dimusnahkan oleh Allah SWT dengan sebuah banjir yang amat besar karena kemusyrikan bangsa di negeri itu, yaitu kereka melekukan ibadah menyembah matahari.
Sementara itu, dalam sebuah legenda yang sangat terkenal di dunia, konon pernah ada sebuah negeri yang karakteristiknya hampir mirip dengan yang diceritakan alqur’an itu. Negeri itu bernama negeri Atlantis. Negeri itu berada di sebuah daratan yang luas dan subur, dan dihuni oleh bangsa maju dan makmur, unggul dalam hal irigasi pertanian. Daratan luas itulah yang disebut sebagai benua Atlantis yang mana benua itu musnah pada jaman es. Seiring tenggelamnya daratan Atlantis, maka musnahlah negeri Atlantis yang begitu makmur itu.
Berdasarkan kemiripan kisah dalam Al Qur’an dan legenda yang berkembang di hampir sekuruh oenjuru dunia itu, bisa jadi, negeri saba’ yang dimaksudkan dalam Al Quran itu tak lain adalah negeri Atlantis yang dulu mendiami daratan Atlantis yang kini sudah musnah akibat banjir besar di jaman es. Benar atau tidaknya memeang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Selama ini hampir kebanyakan ilmuwan mengatakan bahwa negeri saba’ yang disebutkan dalam Alquran itu terletak di daerah Yaman, bahkan dalam banyak tafsir Al Quran pun mengatakan demikian. Namun, melalui ekspedisi dan penelitiannya, yang hasilnya dibuat dalam bentuk flying boook, KH Fahmi Basya menyimpulkan bahwa bukanlah daerah Yaman letak sebenarnya negeri Saba’ itu, melainkan ia berada di sebuah wilayah dengan pusatnya di pulau Jawa, dimana dahulu wilayah itu mencakup wilayah Indonesia dan masih merupakan sebuah daratan yang luas atau berupa sebuah benua. Berikut saya tuliskan 14 bukti yang dikemukakan oleh KH fahmi Basya yang mengungkapkan bahwa negeri saba’ dalam Al Qur’an itu bukan terletak di Yaman melainkan di Indonesia.
PERTAMA. Nama saba’ itu sendiri. “..dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.” (QS. 27:22). Di Indonesia ada nama dan tempat bernama saba’ (tempat pertemuan) dan ada tempatnya. sementara di Yaman tidak ada. Yang ada hanya sabuun(prasasti), tapi tidak ada a=nama tempat bernama saba’
KEDUA. Hutan saba’. “Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah hutan (kebun) di sebelah kanan dan di sebelah kiri” (QS.34:14). Disebutkan terdapat hutan sebagai tanda kekuasaan (ayat). Allah menyebut sesuatu sebagai ayat maka berarti sesuatu tersebut tidak akan hilang dan tetap dapat di amati oleh manusia. Sebagaimana dalam QS 54.15 Allah menyebut kapal nabi nuh sebagai ayat dan itu kita temukan. Maka sesuai sebutan “ayat” itu seharusnya hutan itu juga bisa ditemukan atau pastilah hutan saba’ itu masih ditemukan. Kita bisa buka dalam kamus bahasa jawa kawi, HUTAN dalam bahasa jawa adalah WANA, dan SABA’ berarti PERTEMUAN. Jadi hutan saba’ itu ada di pulau jawa yaitu WANASABA=WONOSOBO Ada juga nama sleman yang berasal dari kata sulaiman. Sementara di Yaman tidak diketemukan nama-nama semacam itu.
KETIGA. Tempat bersujud (menyembah) kepada matahari. “Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah (bersujud kepada) matahari…”(QS. 27:24). Di Yaman tidak dijumpai tempat semacam itu, sementara di Indonesia tempat semacam itu ada yaitu di kawasan bukit candi Boko. Disana ada tempat yang digunakan untuk menyembah matahari yang berupa bangunan di atas bukit menghadap ketimur, ke arah matahari terbit.
KEEMPAT. Bangunan di lembah semut. “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku …”(QS. 27:40). Di Yaman tidak ada bangunan semacam ini, tapi di Indonesia ada, yaitu candi Borobudur. candi Borobudur terletak di sebuah lembah, dan itulah lembah semut, lembah terindah di dunia.
KELIMA. Fakta pemindahan. Ada bekas stupa di candi Boko (36 km dari candi Borobudur), dimana tekstur bekas stupa itu sangat mirip dengan yang ada di candi borobudur. di Yaman tidak ada.
KEENAM. Sidrin qolil. “…sesuatu yang disebut sidrin Qolil”(qs. 34:16). Di indonesia sidrin qolil ini masih ada sampai sekarang, yaitu terdapat di candi Boko, sementara di Yaman tidak ada.
KETUJUH. Buah yang rasanya pahit, dan menjadi buah mulut (cerita rakyat). “…dan kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit…”(QS. 34:16). Di Indonesia ada buah yang rasanya pahit yaitu buah MAJAPAHIT, di Yaman tidak ada.
KEDELAPAN. Sisa banjir. “… Maka kami datangkan kepada mereka banjir yang besar…”(QS.34:16). Di Yaman disebutkan banjir ini disebabkan runtuhnya bendungan Ma’rib (sebesar bendungan situ gintung) tapi banjir yang semacam ini terlalu kecil untuk memusnahkan sebuah negeri. Tapi di Indonesia banjir itu ada yaitu banjir sangat besar yang menenggelamkan dataran/dangkalan sunda, mengakibatkan Indonesia terbagi menjadi banyak pulau. Fakta sejarah mengungkapkan bahwa dulu nusantara merupakan satu wilayah daratan yang luas sebelum menjadi wilayah kepulauan.
KESEMBILAN. Bukti bahwa negeri saba’ telah dihancurkan sehancur-hancurnya. “Maka kami jadikan mereka buah mulut dan kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.” (QS.34:19). Di Indonesia fakta jelas mengatakan bahwa wilayah nusan tara yang dulunya satu daratan, setelah banjir besar di jaman es terbagi menjadi 17.000 pulau. Dari 1 menjadi 17.000. dalam sejarah dunia belum pernah ada daratan yang karena suatu kejadian kemudian menyebabkannya terbagi menjadi 17.000 bagian. Inilah maksud dari dihancurkan sehancur-hancurnya. Semantara di Yaman tidak ada fakta semacam itu.
SEPULUH. “…Kami bataskan padanya perjalanan…”(QS.34:18). Setelah banjir besar, maka perjalana darat menjadi terbatas karena pulau-pulau dibatasi lautan. Sementara di Yaman tidak ditemukakan fakta ini.
SEBELAS. Jarak terbang ideal. “Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.”(QS.27:22). “Pergilah dengan (membawa) suratku ini”(QS.27:28) jarak pemindahan istana adalah sejauh jarak terbang burung (36 km). di Indonesia jarak ideal ini ada Yaitu jarak candi Borobudur-candi Boko. Sementara kalo di Yaman, jarak antara Yaman-Palestina terlalu jauh.
KEDUABELAS. “Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.” (QS.34:21). Jadi pastilah Allah memelihara negeri saba’ yang menjadi ayat (tanda kekuasaan) Nya itu. Di Yaman sudah tidak ada, sementara di Indonesia masih ada.
KETIGABELAS. Surat dari Nabi Sulaiman unutk ratu Balqis. “Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “bismillahirrahmaanirrahiim” (QS. 27:29-30). Di Indonesia ada bukti yang ditemukan di istana ratu boko berupa lempengan/plat emas bertuliskan bismillahirrahmaanirrahiim. Di Yaman tidak ada.
KEEMPATBELAS. Gedung yang tinggi. “Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku).”(QS.34:13). Di Indonesia jelas ada yaitu candi borobudur, sedangkan di Yaman tidak ada.

Indonesia Negeri Saba yang Hilang?Indonesia Negeri Saba yang Hilang?

Istana Ratu Boko diduga Negeri Saba yang hilang (dok:Ilustrasi/Istimewa)
NEGERI Saba yang hilang di zaman Nabi Sulaiman dan digambarkan sebagai bagian dari surga yang ada di bumi, ternyata berada di Indonesia. Fakta mengejutkan itu disampaikan ahli matematika Islam KH Fahmi Basya Hamdi.

Melalui penelitian selama 33 tahun lebih, sejak 1979 hingga kini, penulis bukan hanya memaparkan tentang peninggalan Nabi Sulaiman yang agung. Tetapi merekonstruksi sejarah Nusantara.

"Alquran datang tidak hanya meluruskan ilmu tauhid dan akhlak manusia, tetapi juga meluruskan dunia kepurbakalaan kita," katanya seperti dikutip dalam buku Borobudur dan Peninggalan Nabi Sulaiman, cetakan ke-7, Januari 2014, terbitan Zaytuna.

Menurut penulis, ciri-ciri Negeri Saba yang pernah disinggahi Nabi Sulaiman dan tentaranya telah digambarkan dengan jelas dalam Alquran, melalui kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis. Kisah itu berawal saat Sulaiman pergi ke Yaman.

Saat berada di Yaman, Sulaiman meminta kepada burung hud-hud (sejenis belatuk) untuk mencari sumber air. Setelah lama disuruh dan tak kembali, bahkan setelah dipanggil, burung hud-hud akhirnya kembali.

"Aku telah terbang untuk mengintip dan berjumpa suatu yang sangat penting untuk diketahui oleh tuan," demikian kata burung hud-hud kepada Nabi Sulaiman. Pernyataan itu mengundang rasa penasaran Nabi Sulaiman.

Dilanjutkan burung hud-hud, saat sedang mencari sumber mata air, dia terbang jauh dan melihat satu negeri yang sangat indah. Negeri itu bernama Negeri Saba dan dipimpin oleh seorang raja perempuan yang dikenal dengan Ratu Balqis.

Istana yang dilihat oleh burung hud-hud itu, menurut Basya, berada di antara dua dukuh, yakni Dukuh Dawung dan Dukuh Sambireja, Desa Bokoharjo dan Desa Prambanan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Indonesia.

"Pemakaian istilah Ratu Boko dalam penelitian ini sekedar (untuk) mengenali tempat, karena tempat itu sekarang bernama Istana Ratu Boko, bukan untuk mengatakan bahwa Ratu Saba (atau Ratu Balqis) sama dengan Ratu Boko," sambung Basya.

Dilanjutkan burung hud-hud, Ratu Balqis dan pengikutnya bersujud menyembah matahari dan meninggalkan ibadat menyembah Allah. Dia dan pengikutnya juga telah disilapkan matanya oleh syaitan kepada perbuatan yang syirik.

Setelah mendengar keterangan burung hud-hud, Nabi Sulaiman marah besar. Sebab tidak ada Tuhan lain yang patut disembah, selain Allah. Kemudian dia menulis surat yang isinya meminta Ratu Balqis kembali ke jalan Allah.

Surat itu diberikan oleh burung hud-hud dan diterima Ratu Balqis. Penulis mengklaim, surat Nabi Sulaiman itu ditemukan, di dalam kolam Istana Ratu Boko, terbuat dari lempengan emas. Begitupun dengan tempat upacara menyembah matahari.

Mendapat surat Nabi Sulaiman, Ratu Balqis tidak langsung bertobat. Dia malah meminta pengawalnya untuk mengirimkan harta yang berlimpah ke istana Nabi Sulaiman. Pemberian itu dianggap sebagai penolakan atas ajakan kembali ke jalan Allah.

Nabi Sulaiman pun semakin berang dan memerintahkan kepada para pengikut Ratu Balqis untuk kembali ke Negeri Saba. Bahkan, Sulaiman mengancam akan menyerang Negeri Saba dengan bala tentaranya.

"Kami akan mendatangi mereka dengan angkatan tentara yang mereka tidak berdaya menentangnya, dan kami akan mengeluarkan mereka dari Negeri Saba dengan keadaan hina, menjadi orang-orang tawanan," kata Nabi Sulaiman.

Para pengikut Ratu Balqis pun kembali ke Negeri Saba dan menceritakan pengalamannya selama berada di istana Nabi Sulaiman. Mendengar cerita para pengikutnya, Ratu Balqis berniat mendatangi langsung Sulaiman.

Niat Ratu Balqis menemui Sulaiman ternyata sudah diketahui Sulaiman. Dia lalu memerintahkan kepada para pengawalnya, terdiri dari manusia, hewan dan jin, untuk membuat upacara penyambutan kedatangan Ratu Balqis.

"Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgahsananya (Ratu Balqis) kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang yang berserah diri," kata Nabi Sulaiman kepada pengikutnya.

Di antara pengikutnya, dari bangsa jin menjawab sanggup. ”Aku akan datang kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya, lagi dapat dipercaya," jawab Ifrit.

Pengikut Sulaiman lainnya, dari kalangan manusia yang berpikir menimpali. “Aku akan membawa singgahsana itu kepadamu sebelum matamu berkedip," terang pengikut Nabi Sulaiman dari kalangan manusia.

Sebelum mata Nabi Sulaiman berkedip, singgahsana Ratu Balqis yang berada di Negeri Saba telah dipindah ke hadapan Nabi Sulaiman. Puji syukur atas nikmat Allah pun dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman saat melihat pemandangan itu.

Akhirnya, datanglah Ratu Balqis menghadap Nabi Sulaiman. Kepada Ratu Balqis, Sulaiman memperlihatkan apa yang ada dihadapannya sebagai istana yang mirip dengan yang ada di Negeri Saba. Melihat itu Ratu Balqis terkejut.

Kemudian Nabi Sulaiman mempersilakan kepada Ratu Balqis masuk ke dalam istananya. Saat akan masuk, dia melihat air besar berada di lantai Istana Nabi Sulaiman. Dengan sigap, Ratu Balqis menyingkap kainnya hingga betisnya terlihat.

Ternyata, air yang dilihat Ratu Balqis pada lantai istana Nabi Sulaiman, adalah kaca. "Sesungguhnya ia istana licin yang diperbuat daripada kaca," kata Sulaiman menjelaskan kepada Ratu Balqis yang keheranan.

"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman dan kepada Allah, Tuhan semesta alam," balas Ratu Balqis mengakui kebesaran Nabi Sulaiman.

Setelah mengalami langsung kebesaran Nabi Sulaiman dan merasakan nikmat Allah, Ratu Balqis akhirnya ikut menyembah Allah, dan meninggalkan upacara menyembah matahari di Negeri Saba. Akhirnya, mereka pun menikah.

Dari kisah tersebut, Basya menemukan sedikitnya 40 fakta lapangan yang menyebutkan Indonesia sebagai Negeri Saba yang hilang. Di antara fakta lapangan tersebut adalah:

Pertama, surat yang dikirimkan Nabi Sulaiman kepada Ratu Balqis di Negeri Saba. Surat itu ditemukan di kolam Istana Ratu Boko dan terbuat dari plat emas bertuliskan nama Tuhan yang paling tinggi.

Kedua adalah Istana Ratu Balqis yang dipindahkan Nabi Sulaiman ke istananya melalui kekuatan jin yang bekerjasama dengan manusia, dan hewan. Istana itu diyakini berada di kawasan Sleman, Jawa Tengah.

Ketiga adalah Istana Ratu Boko yang telah rusak. Menurut penulis, kerusakan itu bukan diperbuat oleh tangan-tangan manusia. Tetapi oleh tangan-tangan jin dan gaib. Hal itu terlihat dari bekas kerusakan pada batu di istana itu.

Keempat adalah tempat bersujud menghadap matahari di Istana Ratu Boko. Di tempat inilah burung hud-hud melihat Ratu Balqis dan pengikutnya sedang melakukan upacara menyembah matahari.

Kelima adalah tamatsil Ratu Bilqis sedang menyingsingkan kainnya ketika disuruh masuk ke Istana Nabi Sulaiman yang dia sangka air besar. Sejumlah fakta inilah yang melahirkan teori awal Indonesia negeri Saba yang hilang.

Fakta penguat Negeri Saba di Indonesia, dan bukan di Yaman adalah, hutan Saba di Wonosobo dan daerah Sleman yang diambil dari nama Nabi Sulaiman. Sementara di Yaman, hanya ada prasasti bertuliskan Sabum.

Begitupun tempat bersujud menghadap matahari yang hanya ditemukan di Istana Ratu Boko, bukan di Nyaman. Kemudian adalah surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Saba atau Ratu Balqis. Surat ini ada di Istana Ratu Boko, terbuat dari lempengan emas.

Sementara di Yaman, surat ini tidak pernah ditemukan. Terakhir adalah pemindahan Istana Ratu Balqis ke Kerajaan Nabi Sulaiman. Di Yaman, tidak ada bekas reruntuhan istana yang menunjukkan tanda-tanda adanya Istana Ratu Balqis.

Sedang di Istana Ratu Boko, reruntuhan itu masih terlihat hingga kini. Namun begitu, kebenaran atas penelitian tersebut dikembalikan kepada pembaca yang budiman. Kebenaran hanya milik Allah SWT.

AL-QUR'AN

Membongkar Rahasia Perjalanan Menembus Dimensi Waktu, Isra Mi’raj


sumber foto.;rianputra84.wordpress.com
sala satu yg menjadi pertayaan para peniliti dibidang fisika hingga hari ini adalah mencari cara menembus dimensi waktu hinggabisa melakukan perjalanan kealam semesta ini yg terdiri dari ribuan galaksi dan tata suraya, bahkan albert einstein perna mengatakan bahwa kita sebenarnya bisa menjelajah waktu ketika kita bisa menciptakan sebuah benda yg bisa melebihi kecepatan cahaya 300.000 km perdetik. dalam teori
dan ternyata cuma satu manusia yg pernah sukses melakukan perjalan waktu atau trevelling time dia adalah Nabi Muhammad SAW peristiwa itu terjadi  pada 27 radjab 621 masehi. dan peristiwa perjalanan keluar angkasa tersebut menembus alam semesta diabadikan dalam alquran sebagai peristiwa isra mi’raj, sesuai firman Allah swt




سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (١

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah diberkahi sekelilingnya oleh Allah agar Kami perhatikan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS Al Isra:1).
dari penjelasan ayat tersebut kita bisa menarik 8 kata kunci perjalanan dimensi waktu tersebut:


pertama, terdapat pada kata Subhanallah, Maha Suci Allah. Hal ini mengisyaratkan bahwa persitiwa ini sangat luar biasa. Saking spesialnya kejadian ini, saking luar biasanta maka dijamin dari sejak awal alam semesta diciptakan hari kiamat tidak ada satupun manusia yg bisa menjelajahi alam semseta ini kecuali nabi muhammad SAW

kedua, terdapat kata  kata asraa yg mengandung makna diperjalankan,. Ini berarti bahwa perjalanan Isra Mi’raj bukan atas kehendak Rasulullah, melainkan kehendak Allah. Dengan kata lain, kita juga memperoleh ‘bocoran’ bahwa Rasul tidak akan sanggup melakukan perjalanan itu atas kehendaknya sendiri. Saking dahsyatnya perjalanan ini, jangankan manusia biasa, Rasul sekali pun tidak akan bisa tanpa diperjalankan oleh Allah.
lalu Allah lantas mengutus malaikat Jibril untuk membawa Nabi melanglang ‘ruang’ dan ‘waktu’ didalam alam semesta ciptaan Allah. Mengapa Jibril? Sebab Jibril merupakan makhluk dari langit ke tujuh yang berbadan cahaya. Dengan badan cahayanya itu, Jibril bisa membawa Rasulullah melintasi alam semesta ini.dan dengan mengendarai burag sejenis kendaraan yg lebih cepat dari cahaya kilat,
dan  Kendaraan buraq ini mengantarkan nabi dan malaikat jibril kesidratul muntaha tempat Allah bersemayam di Arsy. Berapa jarak antara planet bumi dan Arsy wallahualam. Jarak antara matahari dan bumi 150.000.000 KM dibutuhkan waktu 8 menit agar cahaya sampai kebumi. Jarak antara galaxy bima sakti dengan saudara dekatnya Andromeda menurut para ahli 2,5 juta tahun cahaya. Baik galaxy bima sakti maupun Andromeda adalah masih dalam tantanan alam semesta. Sedangkan kedudukan Arsy Allah diluar dari pada ether dunia ini…bagaimana mungkin seorang Muhammad dapat melakukan perjalanan hebat ini hanya dalam waktu satu malam saja. Disinilah letaknya Iman yang juga tidak bisa diukur dengan mesin apapun. Mau tidak mau baginda nabi menggunakan mesin waktu (Buraq) yang melesat diatas kecepatan cahaya.
Contoh misalnya kecepatan cahaya 300.000km perdetik dan satu hari disisi Allah = 1000 tahun didunia maka 1000 x 365 x 24 x 60 x 60 = 31.536.000.000 detik. Apabila di kalikan lagi dengan kecepatan cahaya = 9.460.800.000.000.000. Apakah ini kecepatan kendaraan nabi dalam hitungan detik wallahualam. Itupun kalau jarak Arsy Allah berjarak seribu tahun cahaya. Kenyataannya Arsy Allah diluar dari alam semesta ini. karna itu ayat ini menjelaskan bahwa rasulullah diperjalankan atas kekuasaan alla. swt.

ketiga, terdapat dalam kata ‘abdihi, Hamba-Nya. Hal ini berarti bahwa tidak semua orang secara sembarangan mampu melakukan perjalanan Isra Mi’raj. Perjalanan fantastis yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang sudah mencapai tingkatan ‘abdihi, hamba-Nya. Atau dalam istilah Quraish Shihab sebagai insan kamil.dan abdhi ini bisa diartikan adalah manusia yg terdiri dari jasmania dan rohani, jadi isra miraj itu bukanlah mimpi yg dialami rasulullah tapi ,perjalanan jasmaniah dan rohaniah
keempat, dalam kata laila, malam hari. karena pada malam hari mengandung makna yg sangat dalam kondisi pada malam hari sangat tenang dan jauh dari radiasi matahari yg tentu saja membahayakan tubuh Nabi,selain itu malam hari adalah malam yg mndekatkan seorang hamba dengan allah swt dan disunnahkan shalat tahajjud tengah malam


kelima, terdapat dalam kata minal Masjidil haram ilal masjidil Aqsha, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. karena kedua mesjid ini baik mesjid aqsa dan mesjidil haram memeliki energi positif yg sangat besar karena sejak penciptaan manusia hampir semua nabi dan rasul pernah melakukan ibadah dikedua mesjid ini bahkan bangunan tertua dimuka bumi ini adalah ka’bah yg terdapat dalam kawasan mesjidil haram, sedangkan mesjid aqsah adalah mesjid dimana ummat islam pertama kalinya dalam melakukan shalat menghadap kemesjid aqsa dan diduga disanalah sebelumnya singga sana nabi sulaiman berdiri, dimana nabi sulaiman menguasai memiliki kekuasaan yg hebat dan pengetahuan teknologi yg tinggi, serta menguasai jin,binatang dan manusia

Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha dijadikan sebagai terminal pemberangkatan dan kedatangan. Hal ini mirip dengan tabung transmitter dan recieveri, yang dipergunakan dalam proses perubahan badan Nabi Muhammad dari materi menjadi cahaya jauh lebih mudah. Apalagi proses itu melalui ‘operasi’ lewat pelantara Jibril yang memang makhluk cahaya. Maka semuanya berjalan dengan lancar sesuai kehendak Allah. Dia-lah yang berkehendak, sedang Jibril yang melaksanakannya

Catatan keenam, yakni dalam kata baaraknaa haulahu, Kami berkahi sekelilingnya. bahwa perjalanan isra miraj itu memang sangat diberkahi karena tanpa izin allah perjalanan lintas dimensi waktu itu bisal dilalui rasulullah saw
ketujuh, terdapat dalam kata linuriyahu min ayaayaatina, tanda-tanda kebesaran Allah. Ya, tepat sekali Isra Mi’raj adalah salah satu tanda kebesaran Allah yang Maha Hebat. Dalam perjalanan itu Rasul menyaksikan pemandangan yg luar biasa melihat para nabi baik dilangit pertama maupun langit ketujuh serta menyaksikan alam neraka dan surga diakhirat kelak.

Dan kata kunci yang terakhir atau kedelapan adalah innahu huwas samii’ul bashir, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat. Ini adalah proses penegasan informasi kalimat sebelumnya. Dengan adanya kalimat ini, seakan-akan Alalh ingin memberikan jaminan kepada kita bahwa apa yang telah Dia ceritakan dalam ayat ini adalah benar adanya. Kenapa? Karena berita ini datang dari Allah, Tuhan yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Maka tak perlu ada keraguan tentang kisah Perjalanan melewati dimensi waktu ini.

asal usul penciptaan alam semesta menurut ALKITAB

Apakah yang dikatakan Alkitab tentang penciptaan berbanding evolusi?




Soalan: Apakah yang dikatakan Alkitab tentang penciptaan berbanding evolusi?

Jawapan: Jawaban ini bukan bermaksud hendak memberikan hujah sains dalam perdebatan di antara penciptaan dan evolusi. Bagi mendapatkan hujah-hujah sains yang menyokong kepada penciptaan dan hujah-hujah bantahan terhadap evolusi, kami sangat bersetuju dengan Answers in Genesis dan Institute for Creation Research. Tujuan penulisan ini adalah untuk meberikan penjelasan berdasarkan Alkitab mengapa perdebatan di antara penciptaan dan evolusi ini boleh wujud. Roma 1:25 menyatakan, “Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.”

Faktor utama dalam perdebatan ini adalah para saintis yang percaya kepada evolusi merupakan orang-orang yang tidak percaya kepada kewujudan Tuhan dan bersikap agnostik. Ada beberapa saintis yang berpegang kepada evolusi berTuhan dan yang lain berpegang kepada evolusi deistik (Tuhan wujud tetapi tidak terlibat dalam dunia,segala yang berlaku berjalan mengikut proses semulajadi). Terdapat juga beberapa orang yang bersungguh-sungguh dan secara jujur memperhati semua maklumat yang ada dan mengambil kesimpulan bahawa teori evolusi berpadanan dengan maklumat yang ada. Bagaimanapun ini bercakap tentang hanya sebilangan kecil daripada saintis yang berpegang kepada teori evolusi. Bahagian terbesar daripada saintis-saintis evolusi berkata kehidupan berkisar tanpa ada campurtangan daripada satu peribadi yang lebih tinggi. Definisi untuk evolusi adalah sains naturalistik.

Sekiranya atheisme itu benar, maka pasti ada penjelasan alternatif tentang bagaimana alam semesta dan kehidupan boleh wujud. Walaupun bentuk kepercayaan evolusi sudah ada sebelum Chralse Darwin, beliau merupakan orang pertama untuk menghasilkan satu model untuk proses evolusi yang boleh dipercayai . Darwin pada mulanya mengaku dirinya seorang Kristian tetapi beberapa musibah telah berlaku dalam hidupnya sehingga dia menyangkal iman Kristian dan kewujudan Tuhan. Evolusi telah dicipta oleh seorang yang tidak mempercayai kewujudan Tuhan. Darwin bukan bertujuan hendak membuktikan Allah itu tidak wujud tetapi itulah akhirnya yang telah diakibatkan oleh teori evolusi. Evolusi membuatkan orang tidak mempercayai kewujudan Tuhan. Para saintis evolusi mungkin saja tidak akan mengakui bahawa tujuan mereka adalah untuk memberikan penjelasan alternatif kepada asl-usul kehidupan sehingga memberikan dasar kepada atheisme. Namun, menurut Alkitab perkara itulah yang telah menyebabkan wujudnya teori evolusi ini.

Alkitab memberitahu kita, Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." (Mazmur 14:1; 53:2). Alkitab juga berkata orang-orang tidak mempunyai alasan untuk tidak percaya kepada Tuhan. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih (Roma 1:20). Menurut Alkitab, seseorang yang menyangkal kewujudan Allah adalah seorang bebal. Jadi mengapa ramai orang termasuk orang-orang Kristian yang bersedia menerima para saintis evolusi sebagai tidak berat sebelah sewaktu menafsir maklumat sains? Menurut Alkitab, semua mereka adalah bebal!! Kebebalan bukan bererti kekurangan kepintaran. Kebanyakan saintis evolusi adalah orang-orang yang sangat pintar dari segi intelek. Kebebalan menunjukkan kepada ketidakmampuan untuk menerapkan pengetahuan. Amsal 1:7 berkata, Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Para Saintis evolusi mengejek penciptaan dan reka bentuk pintar sebagai tidak bersifat sains dan tidak layak diberi pemeriksaan saintitifik. Menurut mereka, sesuatu itu mestilah dapat dikaji dan diuji barulah dapat diterima sebagai “sains”. Ia mestilah “naturalistik.” Definisi penciptaan adalah “supra alami.” Tuhan dan perkara-perkara supra alami tidak dapat diuji (begitulah hujah mereka); oleh sebab itu , penciptaan dan reka bentuk pintar tidak dapat dianggap sebagai sains. Tentu sekali evolusi juga tidak dapat dikaji dan diuji tetapi itu bukan isu bagi orang-orang evolusi. Ekoran daripada itu semua data telah ditapis melalui andaian awal, penerimaan awal teori evolusi, tanpa ada pilihan dan jalan lain yang boleh dipertimbangkan.

Bagaimanapun asal usul alam semesta dan kehidupan tidak dapat dikaji ataupun diuji. Kedua-dua penciptaan dan evolusi mendasarkan iman bila bercakap tentang asal-usul. Kedua-duanya tidak dapat diuji sebab kita bukannya dapat kembali ke berlaksa tahun yang sudah berlalu untuk memperhati asal-usul alam semesta dan kehidupan. Saintis-saintis evolusi menolak penciptaan pada dasar di mana mereka juga dapat ditolak. Dalam hubungan dengan asal-usul, evolusi tidak padan dengan definisi “sains” sama halnya dengan penciptaan. Evolusi dikatakan sebagai satu-satunya penjelasan asal usul yang dapat diuji maka dengan itu merupakan satu-satunya teori asal-usul yang dapat diterima sebagai “saintifik”. Ini adalah kebodohan! Saintis yang menyokong evolusi menolak teori asal usul yang dapat dipercayai tanpa dengan jujur memeriksa kebaikan-kebaikannya, sebab teori itu tidak dapat dipadankan dengan difinisi sempit yang ada pada mereka berkenaan “sains.”

Sekiranya penciptaan itu benar maka ada Sang Pencipta yang kepada-Nya kita dipertanggungjawabkan. Evolusi penyebab ketidakpercayaan kepada kewujudan Tuhan. Evolusi memberikan kepada orang-orang yang tidak mempercayai kewujudan Allah satu dasar untuk menjelas bagaimana kehidupan boleh wujud di luar Allah Pencipta. Evolusi menyangkal keperluan penglibatan Allah dalam alam semesta. Evolusi merupakan “teori penciptaan” bagi agama atheisme. Menurut Alkitab, pilihan adalah jelas. Kita dapat mempercayai Firman Allah kita yang mahakuasa dan mahatahu, atau kita dapat mempercayai penjelasan yang berat sebelah dan tidak, “saintitik” daripada orang-orang bodoh.

Artikel Penuntun - PENCIPTAAN

Nas : Kej 1:1
Ayat: "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi."
ALLAH SANG PENCIPTA.
  1. 1) Di dalam Alkitab Allah dinyatakan sebagai Oknum yang tak terbatas, kekal, ada dengan sendirinya dan menjadi Awal segala sesuatu yang ada. Tidak pernah Allah tidak ada. Sebagaimana ditegaskan oleh Musa, "Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama- lamanya Engkaulah Allah" (Mazm 90:2). Dengan kata lain, Allah sudah ada secara kekal dan tidak terbatas sebelum menciptakan alam yang terbatas. Dia berada di atas, tidak bergantung pada dan mendahului segala sesuatu yang tercipta di langit dan di bumi
    (lihat cat. --> 1Tim 6:16;
    [atau --> 1Tim 6:16]
    bd. Kol 1:16).
  2. 2) Allah juga dinyatakan sebagai Oknum berkepribadian yang menciptakan Adam dan Hawa "menurut ... rupa kita" (Kej 1:27; bd.
    lihat cat. --> Kej 1:26).
    [atau --> Kej 1:26]
    Karena Adam dan Hawa diciptakan menurut rupa Allah, mereka dapat menanggapi dan bersekutu dengan Allah di dalam kasih dan secara pribadi.
  3. 3) Allah juga dinyatakan sebagai Oknum moral yang menciptakan segala sesuatu baik dan karena itu tanpa dosa. Setelah Allah selesai menciptakan dan memperhatikan hasil karya-Nya, dilihat-Nya bahwa semuanya itu "sangat baik" (Kej 1:31). Karena Adam dan Hawa diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, mereka juga tanpa dosa
    (lihat cat. --> Kej 1:26).
    [atau --> Kej 1:26]
    Dosa memasuki kehidupan manusia ketika Hawa dicobai oleh si ular, Iblis (Kej 3:1-24; bd. Rom 5:12; Wahy 12:9).
KEGIATAN PENCIPTAAN.
  1. 1) Allah menciptakan segala sesuatu di "langit dan di bumi" (Kej 1:1; bd. Yes 40:28; 42:5; 45:18; Mr 13:19; Ef 3:9; Kol 1:16; Ibr 1:2; Wahy 10:6). Kata "menciptakan" (Ibr. _bara_) dipakai khusus sebagai kegiatan yang hanya dapat dilakukan oleh Allah. Ini berarti bahwa pada saat tertentu, Allah mengadakan benda dan zat yang belum pernah ada sebelumnya
    (lihat cat. --> Kej 1:3).
    [atau --> Kej 1:3]
  2. 2) Alkitab menggambarkan ciptaan sebagai tidak berbentuk, kosong, dan ditutupi kegelapan (Kej 1:2). Ketika itu semesta alam dan bumi tidak memiliki bentuk teratur seperti sekarang ini. Semuanya masih kosong, tanpa makhluk hidup dan tidak ada terang. Setelah tahap permulaan ini, Allah menciptakan terang untuk menghalaukan kegelapan (Kej 1:3-5), menata semesta alam ini (Kej 1:6-13) dan memenuhi bumi dengan makhluk-makhluk hidup (Kej 1:20-28).
  3. 3) Metode yang dipergunakan Allah ketika menciptakan ialah kuasa Firman-Nya. Berkali-kali dinyatakan, "Berfirmanlah Allah ..." (Kej 1:3,6,9,11,14,20,24,26). Dengan kata lain, Allah bersabda hingga langit dan bumi ini menjadi ada; sebelum sabda kreatif Allah diucapkan, semua itu tidak ada (bd. Mazm 33:6,9; 148:5; Yes 48:13; Rom 4:17; Ibr 11:3).
  4. 4) Seluruh Trinitas, dan bukan hanya Bapa berperan dalam penciptaan.
    1. (a) Putra sendiri adalah Firman yang berkuasa yang dengannya Allah menciptakan segala sesuatu. Dalam prolog Injil Yohanes, Kristus dinyatakan sebagai Firman Allah yang kekal (Yoh 1:1). "Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan" (Yoh 1:3). Demikian juga, Paulus menegaskan bahwa melalui Kristus "telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan ...; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia" (Kol 1:16). Akhirnya, penulis surat Ibrani dengan tegas sekali menyatakan bahwa oleh Anak-Nya Allah menciptakan alam semesta (Ibr 1:2).
    2. (b) Demikian pula, Roh Kudus mempunyai peranan aktif dalam karya penciptaan. Dia digambarkan sebagai "melayang-layang" di atas ciptaan, memelihara dan mempersiapkannya bagi kegiatan penciptaan Allah selanjutnya. Kata Ibrani untuk Roh (_ruah_) juga dapat diterjemahkan sebagai "angin" dan "nafas." Demikian, pemazmur mengakui peranan Roh ketika menyatakan, "Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh nafas (_ruah_) dari mulut-Nya segala tentara-Nya" (Mazm 33:6). Roh Kudus juga terus terlibat dalam menopang ciptaan (Ayub 33:4; Mazm 104:30).
MAKSUD DAN TUJUAN CIPTAAN.
Allah memiliki maksud-maksud tertentu untuk menciptakan dunia.
  1. 1) Allah menciptakan langit dan bumi sebagai ungkapan kemuliaan, kemegahan, dan kuasa-Nya. Daud mengatakan, "Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya" (Mazm 19:2; bd. Mazm 8:2). Dengan memandang seluruh alam tercipta ini -- dari cakrawala mahaluas dari semesta tercipta hingga keindahan dan tatanan alam -- kita mau tidak mau kagum akan kebesaran Tuhan Allah, Pencipta kita.
  2. 2) Allah menciptakan langit dan bumi untuk menerima kembali kemuliaan dan hormat yang layak diterima-Nya. Semua unsur alam -- mis. matahari dan bulan, pohon-pohon di hutan, hujan dan salju, sungai dan anak sungai, bukit dan gunung, hewan dan burung -- menyerukan pujian kepada Allah yang menciptakan mereka (Mazm 98:7-8; 148:1-10; Yes 55:12). Betapa Dia lebih menginginkan dan menantikan kemuliaan dan pujian manusia!
  3. 3) Allah menciptakan bumi supaya menyediakan sebuah tempat di mana maksud dan tujuan-Nya bagi umat manusia dapat digenapi.
    1. (a) Allah menciptakan Adam dan Hawa menurut rupa-Nya sendiri supaya manusia dapat mempunyai hubungan kasih pribadi secara abadi. Allah menciptakan manusia sebagai makhluk tiga-unsur (tubuh, jiwa, roh), memiliki pikiran, perasaan dan kehendak agar dapat menanggapi-Nya dengan leluasa sebagai Tuhan dan menyembah serta melayani-Nya karena iman, kesetiaan, dan rasa syukur.
    2. (b) Allah demikian menginginkan hubungan yang intim ini dengan umat manusia sehingga, ketika Iblis berhasil menggoda Adam dan Hawa untuk memberontak dan tidak menaati perintah-Nya, Allah berjanji akan mengutus seorang Juruselamat untuk menebus manusia dari dampak-dampak dosa
      (lihat cat. --> Kej 3:15).
      [atau --> Kej 3:15]
      Dengan cara ini Allah bisa memiliki umat milik-Nya sendiri yang akan menikmati, memuliakan dan hidup di dalam kebenaran dan kekudusan dengan Dia (Yes 60:21; 61:1-3; Ef 1:11-12; 1Pet 2:9).
    3. (c) Puncak dari maksud Allah dalam ciptaan tercatat di dalam kitab Wahyu di mana Yohanes melukiskan akhir sejarah dengan kata-kata ini, "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka" (Wahy 21:3).
PENCIPTAAN DAN EVOLUSI.
Evolusi merupakan pandangan utama mengenai asal mula kehidupan dan alam semesta yang diajarkan di kalangan ilmuwan dan pendidik di dunia dewasa ini. Orang Kristen yang percaya Alkitab harus memperhatikan empat pertimbangan ini mengenai evolusi.
  1. 1) Evolusi merupakan rekayasa naturalistis untuk menerangkan asal mula dan perkembangan alam semesta. Pandangan ini bertolak dari anggapan bahwa tidak ada Pencipta ilahi dan berkepribadian yang menciptakan dan membentuk dunia; sebagai gantinya, segala sesuatu dijadikan melalui serangkaian peristiwa kebetulan selama berbiliun-biliun tahun. Penganut pandangan evolusi menuntut bahwa hipotesis mereka didukung oleh data ilmiah.
  2. 2) Ajaran evolusi tidak sungguh-sungguh ilmiah. Menurut metode ilmiah, semua kesimpulan harus dilandaskan pada bukti yang tidak dapat disangkal, hasil berbagai percobaan yang dapat diulangi di laboratorium. Tetapi, tidak ada dan tidak akan pernah ada cara untuk membuat percobaan guna menguji dan mendukung aneka teori tentang asal mula zat dari suatu permulaan yang bersifat "ledakan" atau tentang perkembangan bertahap makhluk hidup dari bentuk paling sederhana sampai kepada yang paling rumit. Oleh karena itu, evolusi merupakan hipotesis tanpa "bukti" ilmiah; karena itu, untuk menerimanya seorang harus percaya pada teori manusia. Sebaliknya, iman umat Allah adalah pada Tuhan dan penyataan terilham dari-Nya, yang menyatakan bahwa Dialah yang membuat segala sesuatu "terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat" (Ibr 11:3).
  3. 3) Tidak dapat disangkal bahwa perubahan dan perkembangan berbagai jenis makhluk hidup memang terjadi. Misalnya, ada beberapa jenis yang punah; pada pihak lain, kita kadang-kadang melihat munculnya keturunan baru dari jenis tertentu. Tetapi tidak ada bukti, bahkan dalam catatan geologis, yang mendukung teori bahwa satu jenis makhluk hidup berkembang dari jenis lain. Sebaliknya, bukti yang ada mendukung pernyataan Alkitab bahwa Allah menciptakan setiap makhluk hidup sesuai dengan "jenis masing-masing" (Kej 1:21,24-25).
  4. 4) Orang Kristen yang percaya Alkitab juga harus menolak teori yang bernama evolusi teistik. Teori ini menerima kebanyakan unsur dari kesimpulan teori evolusi naturalistis, hanya menambahkan bahwa Allah yang memulai proses evolusi. Teori semacam itu menyangkal penyataan Alkitabiah yang menganggap bahwa Allah berperanan aktif di dalam semua aspek penciptaan. Misalnya, setiap kata kerja dalam Kejadian satu bersubyek Allah, kecuali Kej 1:12 (yang memenuhi perintah Allah dalam ayat Kej 1:11) dan frasa yang muncul berkali-kali "jadilah petang dan jadilah pagi." Allah bukan pengawas pasif dari suatu proses evolusi; Dia merupakan Pencipta yang aktif dari segala sesuatu (bd. Kol 1:16).

Kisah Sebenarnya tentang Penciptaan

MILIARAN orang pernah membaca atau mendengar kisah Alkitab tentang awal mula alam semesta. Kisah yang ditulis 3.500 tahun lalu itu dimulai dengan kalimat yang terkenal, ”Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.”
Namun, banyak orang tidak tahu bahwa para pemimpin gereja, juga para penganut kreasionisme dan fundamentalisme, telah mengubah kisah Alkitab tentang penciptaan ini menjadi berbagai cerita yang tidak sesuai dengan kisah yang sebenarnya. Apa yang mereka sampaikan juga bertentangan dengan fakta ilmiah. Akibatnya, banyak orang akhirnya menganggap kisah penciptaan dalam Alkitab sebagai dongeng belaka.
Banyak orang tidak mengetahui kisah Alkitab yang sebenarnya tentang penciptaan. Ini sungguh disayangkan, karena Alkitab justru memberikan penjelasan yang sangat logis dan bisa dipercaya mengenai awal mula alam semesta. Selain itu, penjelasannya juga selaras dengan temuan ilmiah. Ya, kisah Alkitab yang sebenarnya tentang penciptaan mungkin benar-benar di luar dugaan Anda!

PENCIPTA YANG ABADI

Keabadian
Inti dari kisah Alkitab tentang penciptaan adalah: Ada Pribadi yang Mahatinggi, Allah Yang Mahakuasa, yang menciptakan segala sesuatu. Siapakah Dia, dan seperti apakah Dia? Alkitab mengatakan bahwa Ia berbeda dari allah atau dewa-dewi yang dipercayai dalam kebanyakan kebudayaan atau agama utama. Ia adalah Pencipta segala sesuatu, tapi pada umumnya orang tidak tahu banyak tentang-Nya.
  • Allah adalah pribadi yang nyata. Ia bukan kekuatan abstrak yang tidak punya kepribadian, yang mengembara di seluruh alam semesta. Ia punya perasaan, pikiran, dan tujuan.
  • Kuasa dan hikmat Allah tak terbatas. Ini terlihat jelas pada rancangan yang luar biasa dari ciptaan-Nya, terutama makhluk hidup.
  • Allah menciptakan semua unsur fisik. Jadi, Ia tidak mungkin terbuat dari unsur-unsur yang Ia ciptakan itu. Sebaliknya, Allah adalah pribadi roh.
  • Allah tidak dibatasi oleh waktu. Dari dulu Ia sudah ada dan akan selalu ada. Jadi, tidak ada yang menciptakan Dia.
  • Allah punya nama, yang disebutkan ribuan kali dalam Alkitab. Nama-Nya adalah Yehuwa.
  • Allah Yehuwa menyayangi dan memperhatikan manusia.

 BERAPA LAMA ALLAH MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA?

Jam
Alkitab menyatakan bahwa Allah menciptakan ”langit dan bumi”. Namun, pernyataan ini tidak menyebutkan berapa lama atau bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Lalu, bagaimana dengan kepercayaan kreasionisme bahwa Allah menciptakan alam semesta hanya dalam enam kali 24 jam? Gagasan ini, yang ditolak oleh para ilmuwan, muncul karena pemahaman yang salah tentang kisah penciptaan dalam Alkitab. Perhatikan apa yang sebenarnya Alkitab katakan.
Alkitab tidak mendukung ajaran fundamentalisme dan kreasionisme bahwa satu hari penciptaan lamanya 24 jam harfiah
  • Alkitab tidak mendukung ajaran fundamentalisme dan kreasionisme bahwa satu hari penciptaan lamanya 24 jam harfiah.
  • Kata ”hari” dalam Alkitab sering memaksudkan berbagai periode waktu. Dan, ada beberapa periode waktu yang tidak diketahui berapa lamanya. Salah satu contohnya adalah kisah penciptaan di buku Kejadian.
  • Dalam Alkitab, setiap hari penciptaan mungkin lamanya ribuan tahun.
  • Allah sudah menciptakan alam semesta, termasuk planet Bumi yang masih kosong, sebelum Ia memulai enam hari penciptaan.
  • Enam hari penciptaan tampaknya adalah jangka waktu yang panjang sewaktu Allah Yehuwa mempersiapkan bumi untuk dihuni manusia.
  • Kisah penciptaan dalam Alkitab tidak bertentangan dengan fakta ilmiah mengenai usia alam semesta.

APAKAH ALLAH MENGGUNAKAN EVOLUSI?

Proses evolusi
Banyak orang yang tidak percaya Alkitab menganut teori bahwa makhluk hidup muncul dari bahan kimia tak bernyawa, melalui proses yang misterius dan acak. Menurut teori itu, sebuah organisme yang seperti bakteri menggandakan diri dan berkembang menjadi semua spesies makhluk hidup yang ada sekarang. Jadi, teori itu menyiratkan bahwa tubuh manusia yang sangat luar biasa sebenarnya adalah hasil evolusi dari sebuah bakteri.
Teori evolusi juga dipercayai oleh banyak orang yang mengakui Alkitab sebagai firman Allah. Mereka percaya bahwa Allah menciptakan beragam bentuk awal kehidupan, lalu memantau, dan mungkin mengendalikan proses evolusi. Namun, bukan itu yang Alkitab katakan.
Kisah penciptaan dalam Alkitab didukung oleh fakta ilmiah bahwa dalam satu jenis makhluk hidup ada berbagai variasi
  • Menurut Alkitab, Allah Yehuwa menciptakan jenis utama dari tumbuhan dan binatang. Ia juga menciptakan pria dan wanita yang sempurna yang bisa mengenal dirinya sendiri, mengasihi, berpikir, dan bersikap adil.
  • Jenis binatang dan tumbuhan yang Allah ciptakan telah mengalami perubahan dan menghasilkan variasi dalam tiap jenis utamanya. Sering kali, bentuk fisik yang dihasilkan dalam satu jenis bisa sangat beragam.
  • Kisah penciptaan dalam Alkitab didukung oleh fakta ilmiah bahwa dalam satu jenis makhluk hidup ada berbagai variasi.

 CIPTAAN MEMPERLIHATKAN PENCIPTANYA

Biolog Inggris Alfred Russel Wallace, yang hidup pada pertengahan 1800-an, menyetujui teori Charles Darwin tentang evolusi melalui seleksi alam. Tapi, evolusionis yang terkemuka ini konon berkata, ”Bagi mereka yang punya mata untuk melihat dan pikiran untuk merenung, jelas bahwa dalam sel yang terkecil, dalam darah, di seluruh bumi, dan di seluruh alam semesta . . . , ada arahan yang sangat terencana; dengan kata lain, ada Pribadi yang cerdas.”
Hampir dua ribu tahun sebelum Wallace, Alkitab sudah memberi tahu, ”Sebab sifat-sifat [Allah] yang tidak kelihatan, yaitu kuasanya yang kekal dan Keilahiannya, jelas terlihat sejak penciptaan dunia, karena sifat-sifat tersebut dipahami melalui perkara-perkara yang diciptakan.” (Roma 1:20) Cobalah luangkan waktu untuk merenungkan rancangan yang menakjubkan di alam, mulai dari rumput sampai benda langit yang tak terhitung banyaknya. Dengan mengamati ciptaan, Anda bisa menyadari bahwa Pencipta itu ada.
Anda mungkin bertanya, ’Kalau memang ada Allah pengasih yang menciptakan segala sesuatu, kenapa Ia membiarkan penderitaan? Apakah Ia menelantarkan ciptaan-Nya? Seperti apa masa depan kita?’ Alkitab berisi banyak kisah lain yang terkubur oleh gagasan manusia dan ajaran agama. Akibatnya, kebenaran tersembunyi dari banyak orang. Penerbit majalah ini, Saksi-Saksi Yehuwa, akan dengan senang hati membantu Anda memeriksa kebenaran Alkitab yang murni dan belajar lebih banyak tentang Sang Pencipta serta masa depan umat manusia.

sejarah penciptaan berdasarkan alquran

Asal Mula Alam Semesta - Keajaiban Ilmiah Al Qur'an

Sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan asap (nebula), yang merupakan peninggalan dari 'asap' yang menjadi asal kejadian alam semesta.
Gambar 10. Sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan asap (nebula), yang merupakan peninggalan dari 'asap' yang menjadi asal kejadian alam semesta. (The Space Atlas, Heather dan Henbest, hal. 50)
Nebula Laguna adalah sebuah gumpalan gas dan asap yang berdiameter sekitar 60 tahun cahaya. Ia dipendarkan oleh radiasi ultraviolet dari bintang panas yang baru saja terbentuk di dalam gumpalan tersebut.
Gambar 11. Nebula Laguna adalah sebuah gumpalan gas dan asap yang berdiameter sekitar 60 tahun cahaya. Ia dipendarkan oleh radiasi ultraviolet dari bintang panas yang baru saja terbentuk di dalam gumpalan tersebut. (Horizons, Exploring the Universe, Seeds, gambar 9, dari Association of Universities for Research in Astronomy, Inc.)
Ilmu pengetahuan moderen, ilmu astronomi, baik yang berdasarkan pengamatan maupun berupa teori, dengan jelas menunjukkan bahwa pada suatu saat seluruh alam semesta masih berupa 'gumpalan asap' (yaitu komposisi gas yang sangat rapat dan tak tembus pandang, The First Three Minutes, a Modern View of the Origin of the Universe, Weinberg, hal. 94-105.). Hal ini merupakan sebuah prinsip yang tak diragukan lagi menurut standar astronomi moderen. Para ilmuwan sekarang dapat melihat pembentukan bintang-bintang baru dari peninggalan 'gumpalan asap' semacam itu (lihat gambar 10 dan 11)
Bintang-bintang yang berkilauan yang kita lihat di malam hari, sebagaimana seluruh alam semesta, dulunya berupa materi 'asap' semacam itu. Allah telah berfirman di dalam Al Qur'an:
ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ
Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap,... (Al Fushshiilat, 41: 11)
Karena bumi dan langit di atasnya (matahari, bulan, bintang, planet, galaksi dan lain-lain) terbentuk dari 'gumpalan asap' yang sama, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa matahari dan bumi dahulu merupakan satu kesatuan. Kemudian mereka berpisah dan terbentuk dari 'asap' yang homogen ini. Allah telah berfirman:
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. (Al Anbiya, 21:30)
Dr. Alfred Kroner adalah salah satu ahli ilmu bumi terkemuka. Ia adalah Profesor geologi dan Kepala Departemen Geologi pada Institute of Geosciences, Johannes Gutenberg University, Mainz, Jerman. Ia berkata: "Jika menilik tempat asal Muhammad... Saya pikir sangat tidak mungkin jika ia bisa mengetahui sesuatu semisal asal mula alam semesta dari materi yang satu, karena para ilmuwan saja baru mengetahui hal ini dalam beberapa tahun yang lalu melalui berbagai cara yang rumit dan dengan teknologi mutakhir. Inilah kenyataannya." Ia juga berkata: "Seseorang yang tidak mengetahui apapun tentang fisika inti 14 abad yang lalu, menurut saya, tidak akan pernah bisa mengetahui, melalui pemikirannya sendiri, bahwa dulunya bumi dan langit berasal dari hal yang satu."

Proses Kejadian Alam Menurut Al-Quran


A. Latar Belakang
Sebagai umat Islam kita semua sudah sangat memahami bahwa perintah pertama yang diterima Nabi Muhammad Saw. Dari Allah SWT adalah "Membaca" tapi kita belum menghayati betul apa yang terkandung dibalik perintah itu, bahwasanya semua yang telah terjadi di alam semesta ini semua ciptaan-Nya yang sudah dijelaskan dalam Al-Qur'an.
Al-Qur'an adalah kita suci yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Saw sebagai wahyu sekaligus sebagai Mu'jizat dan didalamnya juga mengandung beberapa kemu'jizatan diantaranya Al-Qur'an selalu benar dan singkron dengan ilmu pengetahuan modern yang baru ditemukan seperti sekarang.
Al-Qur'an adalah sumber dari segala ilmu, suatu ungkapan yang tidak hanya terdengar dikalangan umat Islam saja, tetapi juga sering terucap juga oleh para cendikiawan dan ilmuan barat, dalam menghadapi situasi tertentu dan tidak seorang pun dapat menyangkal bahwa dalam Al-Qur'an tidak hanya diletakkan dasar-dasar peraturan kehidupan manusia dalam hubungan ibadah dengan Tuhan-Nya dan Tindakan dengan alam sekitarnya, tetapi juga dinyatakan tentang ciptaan alam termasuk manusia di dalamnya. Dan ini semua tidak lepas dari tujuan Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya pada manusia agar manusia bisa berpikir dan menemukan hakekat penciptaan alam dan dirinya sendiri.
"sesungguhnya dalam penciptaan tata kerja langit dan bumi, malam dan siang, bahtera yang berlayar dilaut dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu dia hidupkan bumi sesudah matinya dan dia sebarkan di bumi segala jenis hewan dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sesungguhnya terdapat tanda-tanda ke-Esaan dan kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir".
(Qs. Al-Baqaroh : 164).
Di makalah ini penulis akan menjelaskan tentang asal usul alam semesta di tinjau dari teks Al-Qur'an dan penelitian para ilmuah pada realitas yang ada.
Dengan harapan keberadaan Al-Qur'an sebagai mu'jizat bisa menjadi kepercayaan atau keimanan di hati manusia.
B. Rumusan Masalah
Disini hal-hal yang akan kami bahas meliputi :
1. Teori penciptaan alam semesta.
2. Alam semesta perspektif Al-Qur'an
3. Konsep-konsep alam semesta.
C. Tujuan Dan Manfaat
Setelah kami merumuskan beberapa permasalahan tersebut, maka kami mencoba membahas beberapa masalah tersebut, karena kami ingin lebih dalam mengetahui dan memahami tentang proses terjadi alam semesta melalui berbagai konsep yang telah disampaikan oleh beberapa ahli kaitannya dengan proses terjadinya alam semesta yang telah disampaikan dalam Al-Qur'an sekaligus untuk menambah keyakinan kami bahwa Al-Qur'an benar-benar kitab yang selalu sesuai dengan keadaan zaman dimana manusia hidup dan bermasyarakat. Selain itu agar kami dapat mengetahui bahwa Al-Qur'an tidak hanya mengajarkan keagamaan saja, tetapi lebih dari pada itu Al-Qur'an juga mampu mengajarkan umatnya untuk berpikir realistis dan kritis terhadap penemuan-penemuan baru dizaman ini dan semua itu telah ada dalam Al-Qur'an bagi mereka yang berpikir.
Dengan demikian, maka makalah ini kami harapkan bisa memberikan sedikit pengetahuan terhadap teman-teman mahasiswa lainnya sebagai tambahan bahan kajian dalam masalah proses terjadinya alam semesta khususnya bagi kami yang mungkin sedikit sekali mengetahui dan menyakini tentang bagaimana alam semesta ini ada. 
BAB II
PEMBAHASAN
A. Teori Penciptaan Alam Semesta
1. Teori Kabut
Teori ini disebut istilah Nibualai teori yang bertitik tolak dari adanya suatu kumpulan kabut yang berputar perlahan-lahan, bagian kabut itu lama-kelamaan berubah menjadi kumpulan gas yang kemudian menjadi struktur alam semesta ini.
Ferre Simon De Lap Lace, mengatakan bahwa alam semesta berasal dari kabut panas berpilin, karena pilinannya itu gumpalan kabut membentuk bentulan bulat seperti bola yang besar dimana makain kecil bola itu makin cepat pilinannya akibatnya bentuk bola itu memepat pada kutubnya dan melebar pada bagian equatornya, bahkan kemudian sebagian masa gas di equatornya itu menjauhi dari gumpalan Intinya sehingga membentuk struktur alam semesta.[1]
2. Teori Pasang Surut
Jeans dan Jeffri melukiskan bahwa terjadinya alam semesta merupakan masa matahari yang lepas membentuk bentukan cerutu yang mencorok kearah bintang akibatnya bintang makin menjauhi masa, masa tersebut terputus-putus dan membentuk gumpalan gas disekitar matahari gumpalan-gumpalan itulah yang kemudian membeku menjadi struktur pelengkap susunan alam semesta.
3. Teori Ledakan
Teori ini disebut dengan istilah Bang teori, bertitik tolah pada asumsi adanya suatu masa yang sangat besar meledak dengan hebat karena adanya reaksi inti. Masa itu kemudian berserakan dan mengembangkan dengan sangat cepatnya menjauhi pusat ledakan.
Gamo Alfhor dan Herman mengatakan pada saat ledakan Maha dahsyat itu terjadi semua materi terlempar ke seluruh jagat raya kesemua arah yang kemudian membentuk bintang-bintang dan glaksi, karena tidak mungkin materi seluruh alam itu berkumpul di suatu tempat dalam ruang tanpa gaya grafitasi yang sangat kuat. Maka disimpulkan kemudian bahwa "Ledakan Besar" itu terjadi ketika seluruh materi Cosmos keluar dengan kerapatan yang sangat besar dan suhu yang sangat tinggi, alam semesta lahir dari singolaritas fisis dengan keadaan ekstern.[2]
4. Teori Ekspansi Dan Kontraksi
Teori ini berlandaskan pada pemikiran bahwa ada suatu siklus dari alam semesta, yaitu masa-ekspansi dan masa kontruksi yang diduga siklus tersebut berlangsung dalam durasi 30.000 juta tahun. Dalam masa depang ekspansi kemudian terbentuklah galaksi serta bintang-bintangnya. Ekspansi ini didukung oleh adanya tenga yang bersumber dari reaksi inti hidrogen yang pada akhirnya membentuk berbagai unsur lain yang kompleks. Pada masa kontraksi, galaksi dan bintang-bintang yang terbentuk meredup dan unsur-unsur yang terbentuk menyusul mengeluarkan tenaga berupa panas yang tinggi-tinggi.[3]
Teori ini juga dikemukakan oleh Edwin Hubble, dia menyatakan bahwa alam semesta memuai seperti gelembung gas panas yang secara tiba-tiba melepas dari ruang hampa. Dia melakukan sebuah percobaan melalui teropong bintang raksasa pada tahun 1929 bahwa disitu menunjukkan adanya pemuaian adanya alam semesta. Ini berarti alam semesta merekspansi dan ekaspansi itu menurut Gamau melahirkan sekitar 100 miliyar galaksi yang masing-masing galaksi rata-rata memiliki 100 miliyar bintang.
5. Teori Awan Debu
Pada tahun 1940 seorang ahli astronomi Jerman bernama Carl Font Wisaiker mengembangkan suatu teori yang dikenal dengan teori awan debu yang mengemukakan bahwa alam semesta terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Lebih 5000 juta tahun yang lalu, salah satu gumpalan awan itu mengalami pemanpatan. Pada proses pemanpatan itu partikel-partikel debu tertarik kebagian pusat awan itu membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin. Lama-kelamaan gumpalan gas itu memipih bentuk cakram yang tebal dibagian tengah dan tipis dibagian tepinya bagian tengah cakram gas itu berpilin lebih lambat dari bagian tepinya. Partikel-partikel dibagian tengah itu kemudian saling menekan sehingga menimbulkan panas dan menjadi pijar bagian inilah yang kemudian menjadi matahari sedangkan bagian luar berpusing sangat cepat, sehingga terpecah menjadi gumpalan gas dan debu yang lebih kecil. Bagian inilah yang kemudian membeku dan menjadi sturuktur alam semesta.
6. Teori Planetesimal
Pada tahun 1843 sampai 1928 seorang ahli biologi bernama Thomas C. Chamberlin dan Fores R. Molton mengemukakan bahwa matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak. Pada suatu masa ada sebuah bintang berpapasan pada jarak yang tidak terlalu jauh. Akibatnya terjadilah peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang yang sebagian dari masa matahari itu tertari kearah bintang.
Pada waktu bintang menjauhi sebagian masa dari matahari itu jatuh kembali kepermukaan matahari dan sebagian lagi terhambur ke ruang angkasa sekitar matahari. Hal inilah yang dinamakan planetisimal yang kemudian menjadi struktur alam semesta. 
B. Alam Semesta Perspektif Al-Qur'an
Dari kedua teori yang sudah disebutkan di atas, kaitannya dengan isyarat Allah dalam Al-Qur'an bahwa alam semesta tadinya merupakan satu gumpalan, dia berfirman dalam surat Al-Anbiya' ayat 30.
Artinya : "Tidakkah orang kafir memperhatikan bahwa langit dan bumi tadinya merupakan satu yang padu (gumpalan) kemudian kami memisahkannya, kami jadikan air segala sesuatu yang hidup, maka mengapa mereka tidak juga beriman?".[4]
Al-Qur'an tidak menjelaskan secara detail bagaimana terjadinya pemisahan itu, namun apa yang dikemukakan di atas tentang perpaduan alam semesta ini dibenarkan oleh para ilmuan yang telah terkenal dengan teori ledakan besar atau Big-Bang.
Juga tentang meluasnya alam semesta, Al-Qur'an mengungkapkan dalam surat Adz-Zariyah ayat 47 yaitu :
  
Artinya : "Dan langit kami bangun dengan kekuasaan (kami) dan sesungguhnya kai benar-benar meluaskan / mengembangkannya"[5]
Dewasa ini, meluasnya alam semesta dikenal dengan istilah "The Expanding Universe" seperti diketahui bahwa alam semesta yang penuh dengan gugusan bintang dan galaksi tersebut berjualan tahun perjalanan cahaya dari bumi.
Edwin P. Hubble merumuskan bahwa galaksi-galaksi tersebut disamping berotasi juga bergerak menjauhi bumi, sebelumnya penemuan tersebut dianggap sebagai suatu kesalahan, tapi lam kelamaan bisa diterima oleh banyak ilmuan. Menurut "The Expanding Universe" alam semesta bersifat seperti balon atau gelombang karet yang sedang ditiup ke segala arah dengan kecepatan luar biasa. Ini sesuai dengan pemaparan Al-Qur'an dalam surat Al-Ghasyiyah ayat : 17-18.
Artinya : "Tidakkah mereka memperhatikan bagaimana unta diciptakan dan langit ditinggikan".[6]
Kekuatan yang terlibat dalam pembangunan alam ini tidak dapat dibayangkan, yaitu kira-kira terdiri dari 10.000 milyar bintang yang masing-masing masanya sekitar massa matahari. Dan kenyataan ini menggusarkan para fisikawan pada umumnya karena penciptaan alam ini dari ketiadannya memerlukan adanya yang maha pencipta.
Maka disinilah letak perbandingan konsepsi fisika tentang penciptaan alam dengan ajaran yang ada didalam Al-Qur'an.
C. Konsepsi-Konsep Alam
1. Konsepsi Alam Semesta Newton
Di dalam galaksi, terdapat 100 milyar bintang yang ada umumnya sebesar matahari, sampai pada abad ke-20 orang masih beranggapan bahwa alam kita ini tidak mempunyai batas atau tidak terbatas, dan oleh karenanya besar alam ini tidak terhingga, sebab apabila ia terbebas akan "Mata Bintang-Bintang" yang ada ditepi, yaitu yang dekat dengan perbatasan tersebut tentunya hanya akan mengalami tarikan gaya gravitasi ke satu sisi saja, yakni ke pusat alam semesta karena sisi tepi hampir tidak ada bintangnya, jadi bintang-bintang di tepi akan bergerak ke pusat dan akan berkumpul disana, jika waktu yang cukup lama memberikan kesempatan untuk berlangsungnya proses menyatu itu dan alam tanpa batas itulah yang menjadi ajaran Newton.
Disamping itu perkembangan ilmu kimiawi yang sejak lama mengkaji proses-proses kimiawi mengajarkan bahwa dalam reaksi yang bagimanapun materi itu kekal. Maka bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa konsepsi Newton itu adalah besarnya alam semesta tidak terhingga dan materinya tidak akan pernah tiada, eksistensi alam ini juga tidak terhingga lamanya.[7]
Konsepsi Newton ini telah menghancurkan konsepsi kuno yang menganggap bahwa alam ini dikelilingi oleh bola langit yang raksasa tempat menempelnya bintang-bintang. Namun, konsepsi Newton bertentangan dengan kenyataan observasi abad ke-20, serta ajaran Agama yang menyatakan bahwa alam semesta tidak kekal, dan diciptakan Tuhan pada saat tertentu. Konsepsi kuno itu pun juga salah bahwa bola langit yang dipercayai keberadaannya tidak berkembang atau tidak meluas itu bertentangan dengan Al-Qur'an surat Adz-Zaariyaat ayat 47. 
karena memang janggal kalu semua bintang-bintang berada dipermukaan bola langit. Ayat ini pula yang membantah konsepsi Newton tentang tidak terhingga alam semesta, sebab sesuatu yang tidak terhingga besarnya seperti alam konsepsi Newton, tidak dapat dibesarkan atau diluaskan lagi begitu pula tentang kekekalan alam semesta tersebut. Ia dibantah oleh Al-Qur'an yang menjelaskan scenario hancurnya alam semesta dalam surat Al-Anbiya', ayat : 104 :
"Pada Hari kami gulung ruang waktu (alam semesta) laksana menggulung lembaran tulis, sebagaimana kami telah memulai awal penciptaan, itulah janji yang akan kami tepati, sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya".[8]
Disitulah sebenarnya arti dari kata kalimat yang akan terjadi pada waktu yang Allah tentukan, dan itu pun terjadi secara rahasia, dan tiba-tiba, serta waktunya sudah dekat. Seperti yang digambarkan dalam Al-Qur'ansurat Al-Mu'min ayat : 59 yaitu
"Sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (mempercayainya)".[9]
2. Konsepsi Alam Semesta Einstein
Berbeda dari Newton, Einstein mempunyai sebuah konsepsi yang didasarkan pada fisika relativistic yang dikembangkannya sejak tahun 1905 dalam kegiatannya mengembangkan teori relativitas umum Einstein menemukan bahwa ruang alam mengalami kelengkungan sebagai akibat dari adanya grafitasi yang ditimbulkan massa materi yang berada di dalamnya. Dalam penelitiannya yang lebih seksama dan melibatkan jarak kosmologis yang cukup besar, serta gaya gravitasi yang cukup kuat seperti yang ditimbulkan oleh matahari, prediksi Einstein itu tampak nyata.
Menurut Einstein alam kita ini melengkung sedemikian rupa sehingga ia menutup pada dirinya sendiri dan alam semesta menurut Einstein tidak terbatas, namun besarnya sehingga bergantung pada besar jari-jarinya. Menurut konsepsinya, sekalipun ada gerakan-gerakan dan perubahan-perubahan di alam semesta secara keseluruhan alam semesta tidak berubah. Dan konsepsi ini hancur ketika Edwin Hubble yang menggunakan teropong bintang besar menemukan teori ekspansi. Karena memang apa yang dikemukakan Einstein tidak sesuai dengan Al-Qur'an surat Adz-Zariyaat ayat 47, di penjelasan terhadulu. Dalam ayat itu jelas dinyatakan bahwa Allah meluasa langit dan Allah membesarkan ruang alam itu, sehingga alam ini tidak statis seperti yang dikatakan Einstein.
3. Konsep Alam Semesta Dalam Al-Qur'an
Konsep-konsep alam semesta dalam Al-Qur'an sangat banyak dan berfariasi tergantung dari pengetahuan mufassirnya. Al-Qur'an dengan ayat-ayatnnya diturunkan 15 abad yang lalu mengandung uraian secara garis besar tentang penciptaan alam semesta, seperti yang sudah disebutkan di depan semua itu semata-mata sebagai bimbingan dan petunjuk bagi manusia tentang kekuasaan Allah sesuai dengan ayat 190 surat Ali Imron yaitu kategori "Ulum Albab".[10]
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi para Ulum Albab".[11] Yang dilanjutkan dalam ayat 191 surat Ali Imron Berikutnya :
"Yakni mereka yang mengingat (berzikir kepada) Allah ketika berdiri, sambil duduk, dan sambil berbaring, serta memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) ya Tuhan kami, tidaklah engkau menciptakan ini semua dengan sia-sia, Maha Suci Engkau. Maka peliharalah kami dari adzab Neraka".[12] 
Proses kejadian alam ini satu persoalan yang menarik sejak dari zaman dahulu hingga ke hari ini. Manusia masih ingin mencari kepastian asal usul kejadian alam ini. Bagaimana proses kejadiannya. Bagaimana alam ini terjadi dan diciptakan. Manusia masih tercari-cari jawapannya. Manusia tidak jemu-jemu dengan segala usaha dan kemahiran yang ada untuk mencari jawapannya. Ahli-ahli sains hari ini dengan teknologi tinggi dan canggih masih terus berusaha untuk mencari rahsia kejadian alam ini.
Allah yang menciptakan alam ini tidak membiarkan manusia untuk mencari jawapannya kerana Dia Maha Mengetahui akan kelemahan hambaNya. Kelemahan manusia sungguh banyak contohnya kita tidak boleh menjelajah jauh ke seluruh pelusuk alam untuk mengetahui keadaan sebenar seluruh alam. Apa yang manusia boleh lakukan hanya meramalkan berdasarkan dengan sedikit ilmu yang ada pada ketika itu. Mungkin betul dan mungkin juga salah. Oleh kerana itulah Allah telah memberitahu manusia jawapan bagaimana dan siapa yang menciptakan alam ini. JawapanNya diterangkan di dalam al Quraan melalui RasulNya. Di dalam al Quraan yang suci Allah menyebutkan Dialah yang menciptakan alam semesta ini dengan kekuasaan dan kehendakNya. FirmanNya yang bermaksud:
"Dan Dialah menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataanNya diwaktu Dia menyatakan, Jadilah lalu terjadilah', dan di tanganNyalah segala kekuasaaan diwaktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui"( Surah al Anaam: 73)
Allah telah menciptakan langit dan bumi ini melalui proses-proses yang dikehendakiNya. Sebahagian daripada proses-proses kejadian alam ini telah diterangkan oleh Allah dengan jelas di dalam Al-Qur’an. Allah telah menerangkan bahawa kejadian langit dan bumi ini asalnya daripada satu yang padu, kemudian dipisahkan menjadi langit dan bumi. Firman Allah yang bermaksud:
"dan apakah orang-orang kafir itu tidak melihat bahawasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu (satu unit penciptaan), kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakan mereka tiada juga beriman?". (Surah Al-Anbia: 30)
Ayat ini menerangkan asal kejadian alam semesta, terdapat tiga maklumat penting yang terkandung di dalam ayat ini berkaitan dengan kejadian alam semesta(Dr.Zakaria Awang Soh,1990)
1. Bahan yang membentuk alam semesta ini merupakan satu entiti (suatu yang wujud) tunggal.
2. Keseluruhan alam semesta, langit dan bumi adalah tercantum dalam satu unit.
3. Pemisahan berlaku secara sistematik untuk menghasilkan hukum-hukum fizikal dan peningkatan jirim (ordering matter)
Perkataan "ratq" membawa maksud memadukan unsur-unsur menjadi satu jasad yang padu. Jasad yang padu inilah yang menjadi asal mula alam. Perkataan "fatq" membawa maksud dipisahkan atau dipecahkan. Jasad yang padu tadi kemudiannya melalui proses pemisahan. Bagaimana proses pemisahan itu tidak dapat dijelaskan. Jika dilihat kepada alam semesta yang wujud hari ini menggambarkan proses pemisahan ini berlaku dalam satu kuasa pemisahan yang sungguh hebat dan amat kuat.
Di dalam ayat tersebut, langit dan bumi pada status pertamanya adalah berbentuk ratq. Kedua-duanya di pisahkan (fataqa) dengan kemunculan satu dari yang satu lagi. Dalam perkataan lain, setiap benda termasuk langit dan bumi yang masih belum diciptakan lagi, juga termasuk di dalam titik tunggal ini dalam keadaan ratq. Titik ini kemudiannya meletup dalam satu letupan yang besar, menyebabkan materialnya menjadi fataq dan proses ini membentuk keseluruhan struktur alam semesta. Apabila kita membandingkan pernyataan di dalam ayat Al-Qur'an di atas dengan penemuan saintifik, kita mendapati bahawa kedua-duanya berada dalam keserasian yang sempurna di antara satu sama lain. Apa yang cukup menarik perhatian ialah penemuan ini tidak diketahui sehingga abad ke 20.Dalam Al-Qur'an yang diwahyukan 1400 tahun lalu, ketika pengetahuan tentang astronomi masih sedikit, fakta mengenai pengembangan alam semesta telah diterangkan seperti berikut;
Dan langit itu Kami bina dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (Surah az-Dzariyat;47)
Perkataan 'langit' yang dinyatakan dalam ayat di atas digunakan dalam banyak tempat dalam Al-Qur'an yang bermaksud ruang angkasa dan cakerawala. Di sini sekali lagi, perkataan ini digunakan untuk maksud ini. Dalam perkataan lain, Al-Qur'an mendedahkan hakikat mengenai proses pengembangan alam semesta. Dan ini merupakan puncak kesimpulan yang diputuskan oleh dunia sains hari ini.
Sehingga penghujung abad ke 20, pandangan yang paling masyhur dalam dunia sains ialah bahawa 'alam semesta mempunyai sifat konstan (statik) dan telah wujud tanpa keterbatasan masa'. Kajian, pemerhatian dan pengiraan yang dijalankan melalui seluruh insfranstruktur teknologi moden, sebenarnya telah menunjukkan bahawa alam semesta telah wujud dalam masa yang terbatas dan berkembang secara konstan.
Pada permulaan abad ke 20, seorang ahli fizik Russia Alexander Friedmann dan ahli kosmologi Belgium George Le'maitre telah membuat pengiraan secara teori bahawa alam semesta adalah dalam keadaan pergerakan yang berterusan dan ia sebenarnya berkembang.Fakta ini juga telah dibuktikan melalui data dari pemerhatian yang dijalankan pada tahun 1929. Edwin Hubble seorang ahli astronomi Amerika yang membuat pemerhatian di langit dengan menggunakan teleskop, mengisytiharkan bahawa bintang-bintang dan galaksi-galaksi bergerak menjauhi antara satu sama lain secara berterusan. Sebuah alam semesta di mana semua benda di dalamnya secara konstan bergerak menjauhi sesama mereka, jelas menggambarkan pengembangan alam semesta itu. 
Pemerhatian yang dijalankan dalam tahun berikutnya mengesahkan bahawa alam semesta adalah berkembang secara berterusan. Fakta ini telah di jelaskan dalam Al-Qur'an ketika mana hal ini masih belum lagi pernah diketahui oleh manusia. Ini adalah kerana Al-Qur'an adalah kalam Tuhan, maha Pencipta dan Pemerintah bagi seluruh alam semesta.Proses pembentukan alam ini berlaku secara bertahap-tahap selepas dari pemisahan itu dan disebut di dalam Al Qur’an yang bermaksud;
"Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap lalu Dia berkata kepadaNya dan bumi, Datanglah kamu keduanya menurut perintahKu dengan suka hati atau terpaksa keduanya menjawab 'kami datang dengan suka hati' Maka Dia menjadikan tujuh langit dalam masa dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang yang cemerlang dan Kami perliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui."(Surah Al Fushilat:11-12)
Seluruh proses kejadian alam ini berlaku secara sistematik dengan ukuran yang rapi dan tepat seperti yang disebut di dalam al Qur’an
"Sesungguhnya Kami menciptakan tiap-tiap sesuatu menurut takdir (yang telah ditentukan)." (Surah Al Qamar :49)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari semua paparan di depan kami dapat menyimpulkan bahwa kemukjizatan Al-Qur'an benar-benar ada, terbukti dengan adanya kesingkronan antara penjelasan Al-Qur'an tentang ilmu alam dan penelitian-penelitian para ilmuan barat yang sudah menemukan bukti-bukti nyatanya, nah, disinilah dpat kita yakini bahwa Al-Qur'an itu memang benar-benar murni wahuu dan firman Allah, bukan semata-mata buatan Nabi Muhammad seperti anggapan non Islam pada umumnya, melainkan Al-Qur'an adalah wahyu Allah kepada Nabi Muhammad sebagai mu'jizat dan bukti kenabiannya.
Dalam Al-Qur'an terdapat banyak ilmu, ilmu fiqih, ilmu bahasa, ilmu kalam, ilmu etika, dan ilmu-ilmu lainnya, dimana memang dari tujuannya Al-Qur'an adalah sebagai pembimbing dan penuntut umat manusia, terutama umat Islam sendiri sebagai pemilik Al-Qur'an.
Dan meskipun Al-Qur'an tidak menjelaskan secara detail bagaimana terjadinya penciptaan alam semesta, namun apa yang ada dan yang disampaikan Al-Qur'an dalam ayat-ayatnya sudah dibenarkan diakui oleh para ilmu barat. Sehingga banyak para fisikawan yang tertarik untuk mempelajari Al-Qur'an lebih dalam karena meskipun Al-Qur'an sudah 15 abad yang lalu diturunkannya tapi Al-Qur'an selalu bisa menyesuaikan teks-teksnya dengan zaman, dan sampai sekarang belum ada yang bisa mengalahkan satu ayat pun yang ada didalam Al-Qur'an.
Diantara ayat-ayat yang menjelaskan tentang kejadian alam dalam Al-Qur'an sedikit sudah kami sebutkan di depan yaitu tentang awal penciptaan dunia, yang bersangkut paut dengan teori-teori ahli astronomi dan teori-teori ilmuah lain seperti Einstein, Newton, Edwin P. Hubble dan Gamow, namun terdapat beberapa perbedaan dalam teori mereka, dan yang sepenuhnya benar hanyalah Al-Qur'an itu sendiri. 

Monday, 3 November 2014

kabar timnas u 19

Bola.net - Badan Tim Nasional (BTN) akhirnya memberhentikan pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono, usai rapat Komite Eksekutif (Exco), di Jakarta, Senin (2/11) malam.

Dikatakannya, BTN sudah memaparkan seluruh hasil evaluasi terkait kiprah Timnas Indonesia U-19 di Piala Asia U-19 2014 di Myanmar, 9-23 Oktober. Kemudian, ditegaskannya, PSSI menindaklanjuti hasil yang disampaikan.

"Tim ini diputuskan untuk dibubarkan. Karena itu, Indra pun ikut diberhentikan walaupun disebutkan jika kontraknya hingga 2015. Namun dalam klausul kontrak, bisa dicermati bahwa kontaknya itu adalah per event. Kemudian terget utamanya, adalah Piala Dunia U-20 tahun 2015," kata Joko Driyono.

"Kami tidak menyalahkan Indra ataupun pemain, sebab ini adalah hasil usaha dari semua pihak," imbuhnya.

Garuda Jaya, julukan Timnas Indonesia U-19, gagal memenuhi target mencapai babak semifinal di Piala Asia U-19 di Myanmar. Evan Dimas dan kawan-kawan mencatatkan hasil buruk dengan menempati posisi juru kunci Grup B tanpa raihan poin.

Rinciannya, Garuda Jaya mengalami tiga kekalahan, 1-3 atas Uzbekistan, 0-1 atas Australia, dan 1-4 dari Uni Emirat Arab. Hasil tersebut membuat Indonesia tersingkir lebih awal dan tidak mencapai target meraih satu tiket ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru. (esa/hsw)